Pembangunan Konteks dan PemodelanTeks Anekdot

Layanan publik sering mendapatkan kritik atau menjadi bahan lelucon yang membuat gelak tawa. Kritik atau lelucon itu dapat disampaikan melalui anekdot. Pada pelajaran in kalian akan diajak untuk menyelami bahasa dalam anekdot yang digunakan untuk menyampaikan kritik atau lelucon di bidang layanan publik. Bidang yang tercakup dalam layanan publik amat luas, antara lain hukum, sosial, politik, budaya, pendidikan, lingkungan, administrasi, dan transportasi. Akan tetapi, tidak semua bidang itu akan dibicarakan pada pelajaran

Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Ada pengertian lain bahwa anekdot dapat merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Yang menjadi partisipan atau pelaku di dalamnya pun tidak harus orang penting.
Teks anekdot juga dapat berisi peristiwa yang membuat jengkel atau konyol partisipan yang mengalaminya.

Perasaan jengkel dan konyol seperti itu merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dan pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan frustrasi, serta tercapai dan gagal.
Selama pelajaran mi berlangsung, kalian diminta untuk melaksanakan tugas tambahan membaca buku. Carilah buku yang berisi kritik dan humor mengenai layanan publik. Bacalah buku itu dan tuliskanlah hasil baca buku kalian.

Di bawah mi teks anekdot yang akan kita j adikan pembicaraan berkenaan dengan layanan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Kalian diharapkan dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk menyampaikan kritik terhadap persoalan pada bidang layanan tersebut. Untuk itu, kerjakanlah tugas yang diberikan sesuai dengan petunjuk.

Tugas 1 Membaca Teks”KUHP dalam Anekdot

Bacalah teks yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” berikut i. Sebelum membacanya, kerjakanlah beberapa tugas berikut mi sesuai dengan petunjuk. Apabila ada pertanyaan yang belum terjawab, tinggalkan terlebih dahulu, lalu kembalilah ke pertanyaan tersebut setelah kalian membaca teksnya!

(1) Teks anekdot mengandung unsur lucu. Betulkah setiap cerita lucu dapat digolongkan ke dalam anekdot?
(2) Lawakjuga mengandung unsur lucu. Apakah teks anekdot sama dengan teks lawak?
(3) Siapakah yang biasanya menjadi tokoh atau partisipan dalam anekdot? Apakah tokoh atau partisipan yang dimaksud harus selalu orang yang terkenal?
(4) Di media apa sajakah teks anekdot ditemukan? Sebutkan jenis medianya dan contoh anekdot yang dimaksud!
(5) Contoh anekdot berikut mi terjadi di bidang hukum. Di bidang apa sajakah kalian dapat menemukan teks anekdot?

KUHP dalam Anekdot

1. Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.
2. Saat sesi tanya-jawab tiba, Au bertanya kepada pak dosen.”Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Au tadi’ pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak
3. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggelengg elengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad, “Saudara
Ahmad, dan mana Saudara tahu jawaban itu?”
Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas, “Peribahasa
Inggris mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik, Pak
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan.
Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.
4. Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.
(Diadaptasi dan http://fuadusfa4.blogspot.com/2O1 O/02/anekdot-hukum.html)

Tugas 2 Mencari Unsur-Unsur Teks Anekdot

Setelah kalian membaca teks “KUHP dalam Anekdot’ jawablah pertanyaan berikut mi!
(1) Apakah yang membuat teks tersebut digolongkan ke dalam teks anekdot?
(2) Ciri apa sajakah yang menandai teks anekdot?
(3) Siapakah partisipan yang digambarkan dalam anekdot itu?
(4) Apakah cerita pada anekdot itu betul-betul terjadi atau hanya rekaan?
(5) Seandainya cerita itu betul-betul terjadi, beranikah mahasiswa menjawab pertanyaan dosennya dengan tidak serius?


0 Response to "Pembangunan Konteks dan PemodelanTeks Anekdot"

Post a Comment